Memaparkan catatan dengan label Zainal Abidin. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Zainal Abidin. Papar semua catatan

Zainal Abidin - Hijau

 

Zainal Abidin - Hijau

 
 
Bumi yang tiada rimba
Seumpama hamba
Dia dicemar manusia
Yang jahil ketawa
Bumi yang tiada udara
Bagai tiada nyawa
Pasti hilang suatu hari
Tanpa disedari
Bumi tanpa lautan
Akan kehausan
Pasti lambat laun hilang
Duniaku yang malang
Dewasa ini kita saling merayakan
Kejayaan yang akhirnya membinasakan
Apalah gunanya kematangan fikiran
Bila dijiwa kita masih lagi muda dan mentah
Ku lihat hijau
Bumiku yang kian pudar
Siapa yang melihat
Di kala kita tersedar
Mungkinkah terlewat
Korupsi, oppressi, obsessi diri
Polussi, depressi di bumi kini
Oo… anok-anok
Tok leh meghaso mandi laok
Bersaing main ghama-ghama
Ale lo ni tuo omornyo berjoto
Koto usoho jauh ke daghi malo petako
Ozon lo ni koho nipih nak nak aghi
Keno make asak hok biso, weh
Pase maknusio
Seghemo bendo-bendo di dunio
Tok leh tahe
Sapa bilo-bilo

Zainal Abidin - Puteri

 

Zainal Abidin - Puteri

 
Harum semerbak kasturi indah mewangi
Cantik rupa parasnya puteri di sinar maya
Cinta bukannya semata yang ku perlu zahirmu
Hey... yeah... yeah...
Puteri... ohh...

Kini kau tiada lagi tinggallah aku sendiri
Rindu di hati ku ini tak dapat aku sembunyi
Entah bila kan kembali
Setelah kau pergi oh...

Puteri... malam ku dingin tiada pujuk rayumu
Kembalilah... ku kehilangan tawa mesramu itu
Ohh puteri... malam ku dingin aku kehilanganmu
Kembalilah... mengertilah oh kekasihku
Ohh... puteri ku

Dengarkanlah rayuan (hati)
Tak sanggup aku kehilanganmu
Di dalam jaga aku keliru
Ohh... mengertilah

Kembalilah
Malam ku dingin tiada pujuk rayumu
Puteriku...
Ku kehilangan tawa mesramu itu
Kembalilah...
Malam ku dingin aku kehilanganmu
Kekasihku... mengertilah oh kekasihku... ohh...

Kekasihku... kembalilah...